Mahasiswa Universitas Sari Mulia Kembangkan Klasifikasi AI Motif Sasirangan Berbasis MobileNetV2
BANJARMASIN – Tiga mahasiswa Universitas Sari Mulia, yaitu Nadia Azaria, Mahdi, dan Muhammad Hanafi, berhasil mengembangkan inovasi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) untuk melestarikan kain tradisional khas Kalimantan Selatan. Hasil riset tersebut resmi dipublikasikan dalam artikel ilmiah berjudul “Sasirangan Motif Classification Using MobileNetV2 Transfer Learning for Cultural Heritage Preservation” pada 17 Juni 2026.
Penelitian ini dilakukan di bawah bimbingan dan kolaborasi dosen Universitas Sari Mulia, Mambang dan Trifebi Shina Sabrila, serta Finki Dona Marleny dari Universitas Muhammadiyah Banjarmasin.
Latar belakang riset ini berfokus pada upaya pelestarian dan dokumentasi digital motif kain Sasirangan yang menghadapi tantangan akibat berkurangnya perajin tradisional. Tim peneliti mengembangkan sistem klasifikasi otomatis motif Sasirangan menggunakan arsitektur MobileNetV2 dengan metode transfer learning dari kerangka kerja TensorFlow.
Sistem pendeteksi ini dilatih menggunakan dataset gambar motif Sasirangan yang diperkaya dengan teknik data augmentation. Hasil pengujian model menunjukkan performa akurasi uji sebesar 96,06% dalam mengenali motif khas seperti Gigi Haruan, serta memiliki akurasi penolakan sebesar 98,31% terhadap gambar non-Sasirangan. Selain itu, tim juga mengintegrasikan model AI tersebut ke dalam antarmuka web interaktif berbasis Gradio yang mampu melakukan prediksi secara langsung (real-time) menggunakan webcam.
Pencapaian dan inovasi teknologi berbasis kearifan lokal ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam edukasi, dokumentasi digital, serta pelestarian warisan budaya kain Sasirangan di era digital.

